UKM Dipastikan akan Bangkrut
JAKARTA, (PRLM).-Usaha Kecil dan Menengah (UKM) anggota Apindo dipastikan banyak yang bangkrut menghadapi krisis ekononomi global saat ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan di Jakarta, Kamis (13/11), perusahaan yang mengurangi kegiatan produksi tersebut adalah sektor otomotif, tekstil dan produk tekstil (TPT), sepatu.
Pada awalnya, pengurangan produksi ini akan diikuti dengan pengurangan sif, pengurangan gaji, kemudian merumahkan pekerja tetapi masih mendapatkan gaji, dan terakhir PHK.
Menurut Sofjan, menghadapi kondisi ekonomi global yang semakin memburuk, diperlukan kerjasama pemerintah, pengusaha, perbankan dan pekerja/buruh. Peranan pemerintah dirasakan sangat penting, mengingat situasi pengusaha yang kini sudah sangat parah.
Jum'at, 14 November 2008 , 00:12:00
"Peranan pemerintah sangat penting, terutama bagaimana cara mempertahankan pasar domestik (pasar dalam negeri). Dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa, pasar kita sebenarnya sangat potensial untuk memasarkan produk sendiri yang tidak mungkin diekspor. Namun, pasar domestik itu tidak hanya diisi oleh produk-produk sendiri, melainkan juga produk impor. Hampir 50-60% pasar kita dikuasai produk-produk impor," jelasnya.
Terhadap produk impor ini, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang bisa memperketatnya. Namun, aturan itu dinilai masih memiliki celah yang bisa membuat pasar dalam negeri kembali diserbu produk impor. "Sekarang ini, hampir semua negara mengalami hal yang sama, yaitu barang-barang yang diproduksi tidak bisa diekspor. Nah, karena tidak bisa diekspor, tentu masing-masing akan mencari negara yang dianggap potensial, termasuk Indonesia," jelas CEO Gemala Group ini. (A-75/A-26).***
(www.pikiran-rakyat.com)
0 comments:
Post a Comment