Asal Kabupaten Bandung Barat : 4 TKI Hilang
CIPATAT,(GM)-
Laporan tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sarimukti, Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat (KBB) yang hilang atau bermasalah di luar negeri jumlahnya terus bertambah. Setelah sebelumnya Dini Mulyati, warga Kp. Mekarwati RT 01/RW 10, dilaporkan sudah 5 tahun hilang di Malaysia, kini tiga keluarga lagi melaporkan anak dan istrinya hilang di luar negeri.
Tiga warga yang dilaporkan hilang adalah Nurlela, warga Kp. Cicadas RW 05; Suminar, warga Kp. Cijati; dan Uum, warga Kp. Cimeta RW 06. Nurlela sudah bekerja 8 tahun sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, Uum bekerja 6 tahun di Malaysia, dan Suminar bekerja di Arab Saudi selama 4 tahun.
"Sama sekali sudah putus komunikasi. Pihak keluarga tidak berdiam diri, tapi sudah berupaya mencari ke sana kemari. Hanya memang belum membuahkan hasil," kata Kepala Desa Sarimukti, Dadang Darojat di Sarimukti, Jumat (26/6).Hilangnya 4 orang TKI asal Desa Sarimukti, KBB tersebut baru terungkap setelah aparat pemerintahan Desa Sarimukti melakukan pendataan penduduk yang bekerja di luar negeri. Penduduk Sarimukti saat ini berjumlah 1.500 kepala keluarga (KK) atau 5.000 jiwa. Sedangkan yang bekerja di luar negeri berjumlah 40 orang.
"Pendataan TKI asal Sarimukti dilakukan, setelah mencuat berbagai kasus penganiayaan dan kematian TKI. Salah satu TKI yang meninggal adalah Onis binti Dadi (34) asal Kampung Cijati RT 03/RW 13 Desa Sarimukti," ungkapnya.
Kasus hilangnya 4 orang warga Sarimukti tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB. Pihak Dinsosnakertrans berjanji akan mengonfirmasikan hilangnya TKI asal Sarimukti kepada Departemen Luar Negeri (Deplu).
"Pemerintahan Desa Sarimukti dan Dinsosnakertrans Kab. Bandung Barat sudah menjadwalkan berangkat ke Deplu dalam waktu dekat ini. Selain ke Deplu, kami juga akan mencoba mencari tahu alamat sponsor dan PJTKI (perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia) yang memberangkatkannya," tutur Dadang.
Hubungan diplomatik
Meninggalnya TKI asal Sarimukti, Onis binti Dadi mengundang keprihatinan artis sinetron yang juga calon anggota DPR RI terpilih, Rieke Diah Pitaloka. Bersama kader dan simpatisan PDI Perjuangan KBB, Rieke yang lebih terkenal dengan sebutan "Oneng" itu, melayat ke rumah keluarga almarhum Onis yang dilanjutkan dengan berziarah ke makam pahlawan devisa ini.
"Pemerintah harus berani mengambil sikap tegas terhadap negara-negara penerima TKI yang tidak bisa memberikan perlindungan. Pemerintah harus merevisi MoU dengan negara penerima TKI, agar kasus yang menimpa Onis dan yang lainnya tidak terulang kembali. Tapi jika kasus itu masih terus terulang, putuskan saja hubungan diplomatik dengan negara-negara yang paling tidak mampu memberikan perlindungan hukum dan keselamatan bagi TKI," tegas Rieke.
Ia pun mendesak pemerintah untuk tidak tebang pilih atau pandang bulu dalam memberikan perlindungan terhadap TKI, baik TKI legal maupun ilegal. Pemerintah harus tetap memberikan perlindungan hukum, sekalipun TKI tersebut berangkat ke luar negeri secara ilegal. "Ada yang menarik dari para TKI ini. Mereka bekerja ke luar negeri dan harus mengeluarkan uang sendiri. Sudah begitu penghasilannya pun memberikan konstribusi bagi devisa negara," ujarnya.
Rieke berharap, siapa pun nanti yang menjadi presiden, harus berani melahirkan undang-undang khusus bagi perlindungan pembantu rumah tangga, termasuk di dalamnya mereka yang bekerja di luar negeri. (B.104)** (Sumber : www.klik-galamedia.com)

0 comments:
Post a Comment