Pendaftaran Mulai November Jabar Butuh 4.715 CPNS
OTISTA,(GM)-
Kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Jabar diperkirakan mencapai 4.715 orang, terdiri atas tenaga guru 2.102 orang, tenaga kesehatan 1.424 orang serta tenaga teknis 1.189 orang. Sedangkan untuk formasi di lingkungan Pemprov Jabar, sebanyak 275 orang, yaitu 115 tenaga guru, 87 tenaga kesehatan serta 73 tenaga teknis.
Kepastian perekrutan tenaga CPNS di Jabar akan ditentukan Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan) akhir bulan ini. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjamin dalam proses tes CPNS tidak akan ada titip menitip. Karena proses CPNS ditentukan oleh nilai akademik dan psikotes
"Tidak ada titp menitip dalam proses CPNS, semua proses CPNS dilihat dari nilai akademik dan psikotes. Kalau ada titip-titipan akan diterima titipan itu, tapi akan saya simpan di bawah meja," ungkap Heryawan kepada wartawan usai menerima tamu dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO di Gedung Pakuan, Jln. Otista Bandung, Senin (18/10).
Menurutnya, penerima CPNS di Jabar mayoritas tenaga guru, akuntan, dan tenaga profesional lainnya. "Saat ini rata-rata pendaftar CPNS lulusan sarjana atau diploma, sangat jarang lulusan SMA," katanya.
Ditanya tentang soal testing CPNS, Heryawan mengungkapkan, soal CPNS dikerjasamakan dengan perguruan tinggi. "Kerahasiaan soal tes CPNS pasti dijamin, karena ada lembaga khusus yang menanganinya. Dan hal ini dikerjasamakan dengan perguruan tinggi seprti Unpad, ITB, dan UPI," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Achadiat Supratman mengatakan, jumlah CPNS di Jabar diprediksi mencapai 4.715 orang. Namun hal ini belum pasti, karena menunggu konfirmasi dari Kemenpan.
"Formasi CPNS yang kita ajukan belum disetujui Kemenegpan, mudah-mudahan pada pekan ke empat bulan ini kita sudah mendapatkan persetujuan," ungkapnya.
Biasanya, kata Achadiat, penetapan formasi CPNS disesuaikan dengan prioritas kebutuhan yang berasal dari rekomendasikan pemohon (pemerintah daerah) dan kemampuan keuangan pemerintah pusat.
Heryawan mengungkapkan, pendaftaran dan pelaksanaan testing CPNS rencananya akan dilakukan secara serempak di seluruh daerah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya dobel pendaftaran. Testing, rencananya bakal digelar 10 hari setelah pendaftaran selesai. Untuk pendaftaran dan proses pelaksanaan CPNS di Jabar, baru akan dilakukan pertemuan dengan kabupaten/kota pekan ini.
Achadiat mengakui, banyak menerima laporan tentang oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan dapat meloloskan menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang. Terkait hal ini, Achadiat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada oknum tersebut. Jika menemukan oknum tersebut, masyarakat diminta segera melaporkannya ke BKD.
Sementara itu, tahun ini dari 26 kota/ kabupaten di Jabar, empat daerah tidak mengajukan penerimaan CPNS, yaitu Kota Banjar, Kab. Ciamis, Kota Cimahi, dan Kota Bekasi. "Mereka memfokuskan pada pengangkatan tenaga kerja kontrak (TKK). Jadi, tidak membuka CPNS dari kalangan umum," jelasnya. (B.96)** sumber www.klik-galamedia.com

0 comments:
Post a Comment